Sedekah Bergaya Tongkrongan Pecinta Kopi

sedekah tongkrongan

Modernis.co, Malang – Tempat nongkrong yang memungkinkan pengunjungnya bersedekah memang sudah biasa. Sebagian kafe maupun kedai kopi juga meletakkan kotak sedekah di sebelah meja kasir.


Namun, cara sedekah yang diterapkan Loko Coffee Shop Malioboro tergolong unik dan mungkin baru satu-satunya di Indonesia. Tempat nongkrong yang menjadi bagian dari Stasiun Yogyakarta (Tugu) ini meluncurkan program Menu sedekah.


Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro mempraktikkan langsung cara bersedekah di tempat nongkrong ini ketika meresmikan program Menu sedekah, Senin (10/6/2019). dia memilih sejumlah menu sedekah di meja kasir dan langsung membayarnya.


Lalu, nota pembelian ditempelkannya di papan Menu sedekah. Nota itu bisa diambil dan digunakan siapa saja yang membutuhkan dan menukarkannya ke kasir. Si pengguna nota bisa mendapatkan menu makanan atau minuman sesuai dengan yang tertera di nota.


Sedekah ini bisa diakses oleh orang yang membutuhkan. Memang tidak ada persyaratan khusus bagi mereka yang ingin mendapatkan menu ini.


Meskipun demikian, kesadaran diri personal menjadi penting. Sebab, program ini ditujukan bagi mereka yang membutuhkan. Sehingga, apabila masih ada orang mampu yang mengakses menu ini, maka dia cukup malu kepada diri sendiri.
“Ini program yang luar biasa bagus, saya berharap PT KAI tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga mensinergikan keberadaannya dengan lingkungan sekitar,” ujar Edi Sukmoro.


Loko Coffee Shop memiliki sekitar 230 menu makanan dan minuman. Akan tetapi hanya sekitar 100 menu makanan dan minuman yang terdaftar dalam Menu sedekah. Sejumlah menu yang bisa didonasikan di tempat nongkrong ini, meliputi, americano panas, avogato, ayam asam manis, ayam geprek, bakmi goreng jogja, bebek mayor, teh chamomile, cappuccino panas, caramel latte panas, caramel machiato, chicken cordon bleu, dan sebagainya.


Selain program Menu sedekah dan diskon untuk pelajar, Loko Coffee Shop juga menggelar barista competition dan mengundang anak panti asuhan untuk ikut merasakan keceriaan di masa liburan sekolah. Para anak yatim mendapatkan paket alat tulis supaya mereka lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.


Mengenal Hidup dengan Sedekah


Maraknya cara sedekah yang tersebar lewat media massa tidak membuat asing masyarakat awam bagaimana amalan ini dapat membantu orang-orang yang membutuhkan. Senang bekumpul dengan teman sebaya untuk memenuhi panggilan “yuk ngopi” sudah biasa, akan tetapi jika panggilan itu didasari dengan rasa simpati dan empati dengan melihat lingkungan sekitar akan memberikan dampak bagi objek yang menerima.


Tentunya sedekah tidak hanya kepada sesama manusia, sedekah juga dapat dilakukan kepada semua makhluk hidup. Makhluk hidup memiliki hak untuk mendapat kasih sayang, saling menghormati satu sama lain, saling membantu dan mendukung di kala susah dan kesulitan dalam semua keadaan.
Hal ini dapat bebuah manis ketika seseorang sudah merasakan lelahnya berjuang mencari sandang, pangan, papan dan mengimbanginya dengan amalan sedekah yang sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Tentu bukan hanya sedekah yang dapat membuat seseorang mendapatkan kebahagian secara jasmani dan ruhani,masih banyak amalan yang memiliki potensi tuk mendapat pahala.


Segala sesuatu jika dilakukan dengan rasa senang, santai, tidak terbebani akan menjadi kegiatan positif bagi pelakunya. Semua yang ada di dunia ini saling memiliki hubungan satu dengan yang lain. Seperti halnya suami dan istri, ketua dan anggota lembaga atau organisasi, kaya dan miskin, dan sebagainya.
Karena semua memiliki keterikatan maka disinilah letak praktik sedekah bisa menjadi kegiatan positif yang menambah rasa kasih sayang dan saling kenal satu sama lain, mempererat tali persaudaraan, memperkaya relasi, membuka peluang kerja, menjaga diri dari rakus harta yang berlebihan dan masih banyak lagi manfaat lainnya.


Letak kebahagiaan dalam hati dapat dirasakan lewat cara berbicara, ekspresi, dan gaya tubuh seseorang. Pada dasarnya bahagia dalam konteks kemanusiaan juga didorong oleh rasa kasih sayang dan saling peduli.


Maka sedekah pun tak memandang siapa yang memberi dan diberi dengan alasan “tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah” seseorang yang mampu, memberi kepada yang tidak mampu memberikan gambaran bagi siapa saja yang ingin bersedekah. sedekah memiliki bermacam-macam jenis dengan membantu memberi makanan adalah salah satunya.


Adapun sedekah dengan akal yaitu sedekah dengan membantu menyelesaikan permasalahan orang lain atau memberi solusi untuk masalah yang dihadapinya, sedekah tenaga dengan membantu meringankan beban orang lain menjadi sukarela atas apa yang dikerjakannya, sedekah harta memberi uang semampunya untuk kesejahteraan orang lain, sedekah hati dengan menjaga perasaan orang lain agar tidak berpikiran negatif atau berprasangka terhadap apa kelakuannya.


Menghiasi hidup dengan sedekah memiliki tingkat keikhlasan yang berbeda. Meski demikian dengan memulai sedekah dengan langkah awal memang ujian tetapi lakukan dengan senang hati penuh kasih sayang akan menunjukkan nilai yang berkwalitas.


Sedekah dalam Islam


A. Sangid dalam bukunya mengatakan, Banyak orang sering berobsesi, andaikan saya jadi orang kaya, saya akan bersedekah sebanyak-banyaknya. Saya akan membantu fakir miskin dan yatim piatu. Saya mau membangun mushola, masjid, dan pesantren serta sekolah Islam.


Saya akan membantu para pejuang dijalan Allah, menolong orang yang dalam kesusahan, kesulitan dan berjuang untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran serta memajukan masyarakat dari kebodohan menuju masyarakat yang berilmu, berbudaya, dan berperadaban.
Obsesinya sambil diiringi kerja keras, banting tulang siang malam tiada henti, serta mencurahkan pikirannya untuk mencari harta benda. Selain salat fardu, salat hajat atau tahajud dirutinkan, tak lupa doa bersimpuh di hadapan Allah siang malam untuk meminta karunia-nya agar diberi limpahan rezeki. Namun, setelah diberi kekayaan, mereka lupa akan obsesinya.


Mereka menganggap bahwa itu semua adalah hasil keringat sendiri tanpa ada campur tangan yang lain. Bahkan, lupa bahwa semua itu sebenarnya pemberian Allah yang harus disyukuri. Mereka genggam harta benda dengan Arab dan menggunakannya untuk kesenangan duniawi belaka. Akhirnya, orang-orang mendakwah mereka sebagai orang bakhil.


Orang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari tetangga, jauh dari kerabat, jauh dari masyarakat, dan jauh dari surga serta ke neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “orang yang dermawan dekat kepada Allah, dekat kepada manusia, dekat kepada surga, dan jauh dari neraka, sedangkan orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga, dan dekat dengan neraka. Orang bodoh yang bersifat pemurah lebih disukai Allah daripada ahli ibadah tetapi kikir.”


Kehidupan orang yang kikir selalu sempit dan susah. Itu semua karena kebencian orang kepada bertambah banyak, hubungan kekeluargaan semakin retak, bahkan bisa jadi putus. Tidaklah mengherankan jika kehidupannya di dunia semakin pelik, kehidupan di akhirat kelak terancam dengan siksaan yang sangat mengerikan.


Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk berbuat kebaikan yang tidak ada putus-putusnya kepada sesamanya. Berbuat baik itu bisa dalam bentuk pengorbanan harga benda, tenaga, ucapan, bersikap ramah dan sopan kepada sesama (yang muda menghormati yang tua, yang tua menyayangi yang kecil), menyantuni janda, fakir miskin, yatim piatu, orang-orang jompo, termasuk bersedekah kepada siapa pun.


Islam ditegakkan dan berkembang bukan atas dasar kikir dan menahan harta benda. Oleh karena itu Islam memerintahkan setiap muslim agar menyambut dorongan bersedekah, baik yang dilakukan secara terang-terangan maupun yang tersembunyi. Bersedekah merupakan perwujudan syukur atas karunia Allah yang telah diberikan kepada kita. Nabi kita Muhammad SAW menginginkan umatnya menjadi umat yang terbaik walaupun umur umatnya terpendek di antara umat-umat yang lain.

Oleh : M. Naufal Rahman (mahasiswa Hukum Keluarga Islam-FAI, UMM)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment